Hari ini satu tahun yang lalu

Hari ini satu tahun yang lalu, terjadi sesuatu yang paling dalam menoreh kesedihan dan paling sakit memukul kenyataan. Diawali hari-hari yang berat, seberat hari-hari yang lalu mengiringinya. Kita kadang lantas tertegun betapa semuanya bisa terjadi dengan sangat cepat. Di hari inilah setahun yang lalu, aku kehilangan. Sebuah perasaan kosong yang tertinggal saat sesuatu yang telah lama berada di tempatnya tiba-tiba tidak lagi berada di sana, menjadikannya tidak utuh.

Aku tidak akan merasa kehilangan seandainya aku tidak selalu melihatnya sebagai pemimpin dan panutan. Aku tidak akan merasa kehilangan seandainya aku tidak pernah selalu bercanda dan tertawa dengannya, seandainya aku tidak pernah selalu datang padanya untuk meminta bimbingan, seandainya aku tidak pernah selalu secara konstan merasakan hangat cinta dan perhatiannya.

Kehilangan bisa membuat seseorang menjadi rapuh atau tegar, tergantung bagaimana ia membungkus dan mengisi kekosongan yang tertinggal. Aku telah mengisi kekosongan ini dengan doa dan harapan, menemani gema seluruh suara dan gambaran saat-saat ruang ini masih berpenghuni. Aku terus membangun isinya dengan semangat dan keberanian, bersama tanggung jawab yang harus kujalankan untuk mereka yang juga menanggung kekosongan yang sama. Namun sebanyak apapun, kekosongan yang kualami ini tetap menarik masuk rindu yang masih terasa bahkan sampai sekarang.

Tuhan tolonglah, sampaikan sejuta sayangku untuknya
Ku terus berjanji takkan khianati pintanya
Ayah dengarlah, betapa sesungguhnya ku mencintaimu
Kan kubuktikan ku mampu penuhi maumu
Ada Band